Thursday, February 24, 2011

Sejuta Manfaat Minum Madu

Sumber: www.AnneAhira.com

Madu adalah suatu zat yang sangat mengagumkan. Bagaimana tidak, zat yang satu ini kaya akan nutrisi, multimanfaat, dan tidak mempunyai efek samping. Semua orang bisa mengonsumsinya, kecuali bayi yang berusia di bawah satu tahun (karena sistem pencernaan di perut bayi pada usia ini masih belum sempurna). Apa sajakah manfaat dari mengonsumsi madu itu?


Manfaat mengonsumsi madu secara teratur


Madu mengandung berbagai macam jenis vitamin, mineral, enzim, antioksidan, dan antibakteri. Zat-zat berkhasiat ini di dalam tubuh memberikan banyak manfaat. Di antaranya adalah sebagai berikut.



  • Madu bisa meningkatkan daya tahan tubuh (stamina), menambah sistem kekebalan tubuh, meningkatkan kesuburan, dan mengurangi stres.

  • Madu mampu meningkatkan jumlah sel darah merah (haemoglobin) dan membersihkan sel-sel darah (sel darah merah, sel darah putih, dan keping darah).

  • Madu mampu mencegah, mengurangi, dan mengobati penyakit atau kerusakan hati karena madu memberi energi untuk hati.

  • Madu mampu meredakan gejala sinusitis, flu, demam, mual, batuk, bronhitis, sakit tenggorokkan, radang sendi, sakit gigi, dan asma. Untuk mengatasi penyakit-penyakit ini, cukup gunakan madu 1-2 sendok sehari selama penyakit belum sembuh.

  • Madu mampu menyembuhkan infeksi bakteri (tenggorokan, saluran kemih atau urin, saluran pencernaan, dan lain-lain), dan mengobati jerawat. Hal ini terkait madu yang mempunyai kemampuan sebagai antibakteri.

  • Madu mampu menyembuhkan luka. Hal ini karena madu mempunyai kemampuan dalam mempercepat pembentukan sel-sel baru penutup luka.

  • Madu mampu melembapkan kulit, mencegah kulit dehidrasi, menyehatkan kulit, mengencangkan kulit, dan mengurangi kerontokan rambut.

  • Madu mampu mengatasi dan mengurangi alergi tubuh terhadap zat atau kondisi tertentu.

  • Madu mampu mengatasi keadaan atau mengembalikan kesadaran setelah mabuk alkohol atau zat lain.

  • Madu mampu mengatasi sembelit (konstipasi atau susah buang air besar) dengan cara mencampurkan madu ke dalam jus buah-buahan.

  • Madu mampu mengatasi perut mulas.

  • Madu mampu mengurangi kolesterol darah.

  • Madu mampu menurunkan berat badan (dengan cara mencampurkan sesendok madu dan sedikit kayu manis di dalam segelas air hangat yang diminum setengah jam sebelum makan pagi).

  • Madu mampu mengurangi keluhan dan gejala penyakit kanker.

  • Madu mampu mengatasi kelelahan (karena madu mengandung energi yang tinggi).

  • Madu mampu mengatasi bau nafas (dengan cara berkumur menggunakan campuran sesendok madu dan sedikit kayu manis di dalam segelas air hangat setiap pagi).

  • Madu mampu meningkatkan kemampuan indra pendengaran.


Nah, setelah mengetahui begitu banyaknya manfaat madu, masihkah Anda melewatkan untuk mengonsumsinya?

Wednesday, January 12, 2011

Onthel: Sepeda Jaman Dulu yang Berkelas

Sumber: www.AnneAhira.com

Siapa yang tak kenal sepeda onthel? Sepeda jaman dulu ini masih digemari hingga sekarang karena keklasikannya. Di samping itu, onthel turut mewarnai sejarah perjuangan bangsa ini. Onthel menjadi kenangan sejarah bagi sebagian orang. Para penggemar sepeda onthel ini lalu mendirikan komunitas pecinta onthel di berbagai daerah dan sering mengadakan berbagai kegiatan.


Sepeda Masuk ke Indonesia


Sepeda berasal dari Perancis. Saat itu, sepeda dibuat menggunakan bahan kayu tanpa pedal. Lebih mirip seperti kuda-kudaan. Pembuatnya adalah Baron Von Drais de Sauerbrun dan dibuat pada 1817. Selanjutnya, pada 1839 sepeda dikembangkan dengan menggunakan pedal dengan menggunakan ukuran roda yang berbeda. Roda bagian depan berukuran besar sedangkan roda bagian belakang berukuran sangat kecil.


Kapan sepeda masuk ke Indonesia? Pada jaman dahulu, sekitar tahun 1900-an, para penjajah Belanda membawa sepeda ini ke Indonesia. Sepeda ini digunakan sebagai sarana transportasi kaum kolonial dan para misionaris. Kemudian, kaum bangsawan pun mulai menggunakan sepeda onthel ini.


Orang Belanda menyebut sepeda dengan sebutan fiets. Kata fiets dilisankan atau diucapkan oleh orang Jawa menjadi 'pit'. Makanya orang Jawa sampai sekarang menyebut sepeda dengan sebutan 'pit'. Adapun othel sendiri berasal dari bahasa Jawa yang artinya 'dikayuh menggunakan kaki'. Akhirnya, sepeda ini populer dengan sebutan sepeda onthel.


Onthel, Sepeda Penuh Kenangan


Sepeda onthel pada masa itu merupakan sepeda kebanggaan. Sampai pada 1970, kedudukan sepeda onthel mulai tersaingi dengan sepeda lain. Masuknya sepeda produk Cina sedikit menggeser posisi onthel.


Salah satu sepeda produksi Cina itu bermerek phoenix. Masyarakat mengenal sepeda Cina itu dengan sebutan sepeda jengki. Entah bagaimana sepeda itu bisa disebut jengki. Tentu saja hal ini tidak ada kaitannya dengan semur jengki (jengki = jengkol).


Sepeda jengki memiliki rangka dengan desain yang sama sehingga dapat dipakai pria maupun wanita. Kepopuleran sepeda jengki juga sedikit terganggu dengan munculnya jenis sepeda baru, yaitu jenis sepeda gunung (mountain bike). Sepeda gunung mulai marak digunakan sekitar tahun 80-an hingga sekarang.


Onthel di Abad Milenium


Adanya isu pemanasan global membuka kesadaran warga untuk menggunakan kendaraan ramah lingkungan. Salah satu kendaraan yang ramah lingkungan dan bebas bahan bakar minyak adalah sepeda.


Maraknya kampanye bike to work membuat orang beramai-ramai beralih menggunakan sepeda walaupun hanya sekadar untuk berolahraga pada akhir pekan. Selanjutnya, bermunculan komunitas-komunitas sepeda sesuai dengan jenis sepeda yang digunakan, seperti komunitas sepeda gunung, sepeda lipat, dan komunitas sepeda onthel.


Kini, Keberadaan onthel sudah menjadi barang langka. Akibat kelangkaan ini, sepeda onthel menjadi barang antik dan klasik. Para pecinta onthel rela mengelurkan koceknya untuk berburu sepeda atau aksesorisnya. Karena kelangkaannya, sepeda onthel dan aksesorisnya pun menjadi barang mewah dan mahal.


Pehobi onthel tidak melihat fungsi sepeda sebagai alat transportasi saja, tetapi onthel juga bisa menjadi barang mewah atau kesayangan. Nilai sepeda onthel bukan terletak pada seberapa mahal sebuah sepeda dan aksesorisnya, melainkan ada pada nilai sejarah dan kenangannya. Onthel bisa menjadi pengingat kepada penggunanya akan sejarah panjang perjuangan bangsa ini.